Penguatan Literasi Digital: Guru SMP Dilatih Kuasai Deep Learning untuk Pembelajaran Modern

Sekampung, 15 Agustus 2025 - Dosen dan mahasiswa PMTK Pascasarjana melakukan kegiatan penguatan literasi digital melalui pelatihan Deep Learning bersama guru SMP. Kegiatan yang masuk dalam skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (ruang lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat) ini berlangsung intensif selama tiga bulan, mulai bulan Juli hingga September 2025.
Program PkM ini diketuai oleh Dr. Rahmad Bustanul Anwar, M.Pd. (Dosen Pendidikan Matematika), berkolaborasi dengan Dr. Dwi Rahmawati, M.Pd. (Dosen Pendidikan Matematika), dan Mustika, M.Kom. (Dosen Ilmu Komputer). Bertujuan meningkatkan kompetensi digital tenaga pendidik dalam mengelola kelas berbasis teknologi masa kini. Dengan penguasaan literasi digital yang mumpuni, para guru siap mentransformasi pembelajaran konvensional menjadi pembelajaran modern yang lebih interaktif bagi siswa.
Sinergi antara disiplin ilmu pendidikan matematika dan ilmu komputer ini menjadi fondasi penting dalam membantu pihak sekolah menerapkan deep learning beriklim teknologi modern. Kolaborasi ini dirancang untuk:
-
Meningkatkan Adaptabilitas: Membantu para guru agar lebih responsif terhadap transformasi pendidikan berbasis teknologi.
-
Mendorong Pembelajaran Interaktif: Mengarahkan proses belajar-mengajar agar lebih kreatif, relevan, dan menarik bagi generasi digital.
-
Mewujudkan Meaningful Learning: Memastikan pemanfaatan perangkat teknologi benar-benar menghasilkan pembelajaran yang bermakna bagi para siswa.
Selama rentang pelatihan dan pendampingan, dewan guru diajak untuk mendalami konsep dasar deep learning serta penerapannya secara praktis dalam dunia pendidikan. Tidak hanya teori, para peserta juga dibimbing langsung dalam merancang dan memproduksi sumber belajar digital yang aplikatif untuk kebutuhan kelas mereka.
Melalui penguatan literasi digital ini, para guru diharapkan dapat memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam proses pembelajaran. Langkah ini menjadi kunci untuk mewujudkan pembelajaran modern yang bermakna, relevan dengan tuntutan Kurikulum Merdeka, serta berfokus pada kebutuhan siswa di era abad ke-21. (D. Rahmawati)