• AddressJl. Gatot Subroto No.100, Yosodadi
  • Emails2pmatumm21022@gmail.com
  • Contact(0725) 42445

Mahasiswa S2 Pendidikan Matematika Mengikuti Bedah Buku “Bisikan Daun Jatuh”: Menyuarakan Luka dan Harapan di Balik Kasus Bullying

Merespons fenomena perundungan (bullying) yang kian marak di dunia pendidikan, Mahasiswa S2 Pendidikan Matematika mengikuti Bedah Buku "Bisikan Daun Jatuh" karya Wahyudi Pratama di Aula AR. Fahruddin yang diselenggarakan oleh Perpustakaan UM Metro pada Selasa (28/10/2025).

Buku ini mengangkat realita luka sosial para korban bullying yang seringkali terbungkam. Dalam sambutannya, Tri Krisniati, S.Pust., selaku Kepala Perpustakaan UM Metro menegaskan bahwa perundungan adalah masalah serius yang berdampak besar bagi mental korban. Ia berharap novel ini dapat menjadi sarana edukasi bagi civitas akademika untuk lebih memahami dan mencegah perilaku tersebut di lingkungan sekitar.

Tri Krisniati juga menitikberatkan pada pentingnya rasa empati serta ketegasan dalam menolak segala bentuk kekerasan, baik yang bersifat verbal maupun sosial. "Mari kita jadikan momen ini untuk belajar menumbuhkan sikap saling menghormati. Saya berharap setelah acara ini, kita semua memiliki keberanian untuk berkata tidak pada perundungan," tuturnya.

Dukungan serupa datang dari Rektor UM Metro yang diwakili oleh Wakil Rektor IV, Dr. M. Ihsan Dacholfany, M.Ed. Ia memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan acara ini karena dianggap sebagai langkah konkret dalam memperkuat budaya literasi sekaligus kepekaan sosial mahasiswa. Beliau menyampaikan bahwa buku adalah jendela ilmu yang mampu membuka wawasan terhadap sisi-sisi gelap kehidupan yang sering terabaikan, sekaligus mengajarkan cara mencari solusinya.

Acara yang menggandeng Gramedia Cabang Lampung ini menghadirkan langsung sang penulis, Wahyudi Pratama. Di hadapan peserta, Wahyudi berbagi kisah bahwa inspirasi bukunya lahir dari berbagai pengalaman nyata para korban perundungan yang selama ini jarang mendapatkan panggung untuk menyampaikan kebenaran mereka.

Kegiatan bedah buku ini pada akhirnya menjadi ruang refleksi bersama bagi dosen dan mahasiswa S2 Pendidikan Matematika. Pesan utamanya jelas: penanganan konflik sosial seperti bullying bukanlah tanggung jawab sekolah atau kampus semata, melainkan tanggung jawab kemanusiaan kolektif.